Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Uang Palsu Merajalela, Paling Banyak Rp 100 Ribu & Rp 50 Ribu

Gambar
Menjelang akhir tahun ini, masyarakat kembali dihebohkan dengan peredaran uang palsu yang terjadi di beberapa daerah. Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) mengakui keberadaan uang palsu dalam nominal besar. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan mengaku telah merekap laporan peredaran uang palsu yang banyak terjadi di daerah. "Kita merekap dan terus berkoordinasi erat dengan kepolisian. Kita pelajari modusnya karena modusnya sejalan dengan perkembangan teknologi," ungkap dia saat berbincang dengan wartawan usai Peluncuran Buku Reformasi Pengelolaan Kas di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (16/10/2014). Lebih jauh Lambok menambahkan, dari data per Agustus 2014, uang palsu yang beredar di masyarakat sebanyak lima lembar per satu juta rupiah. "Biasanya nominal yang paling banyak dipalsukan pecahan besar Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Memang masuk akal sih," sambungnya. Dijelaskannya, peredaran uang palsu ter...

BI Perkirakan Inflasi 2014 Capai 9%

Gambar
Bank Indonesia (BI) memperkirakan angka inflasi pada tahun 2014 akan melebihi apa yang ditargetkan sebelumnya. Gubernur BI, Agus Martowardojo menjelaskan, tingginya inflasi di akhir tahun tersebut lebih disebabkan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rencananya akan dilakukan pada November 2014. "Kalau pemerintah naikin harga BBM, yang perkiraan inflasi 5,2 persen itu akan naik jadi 9 persen. Kami perkirakan sampai akhir tahun 2014 inflasi 5,2 persen itu tidak termasuk penyesuaian kenaikan harga BBM," kata Agus di Gedung Bank Indonesia, Kamis (30/10/2014). Meski begitu, Agus menilai tingginya angka inflasi tersebut bukan menjadi persoalan yang perlu dipusingkan mengingat Bank Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk meredam lonjakan harga akibat inflasi tersebut. Tidak hanya itu, kenaikan harga BBM bersubsidi itu dipandang sangat penting dalam menurunkan defisit anggaran negara yang sejak tah...